Kebersamaan dan Solidaritas dalam Komunitas PARNA Kota Batam
Batam, 3-9 Februari 2025 - Komunitas PARNA Kota Batam kembali menunjukkan kekompakan dan solidaritasnya dalam berbagai kegiatan yang berlangsung sepanjang pekan ini. Dari penggalangan dana hingga acara perayaan tahunan, seluruh anggota dari berbagai sektor turut berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda yang digelar.
Komunikasi yang terjadi di grup WhatsApp BPH Kota Batam, Korwil, dan KSB Sektor memperlihatkan bagaimana koordinasi antaranggota berjalan dengan baik. Salah satu topik utama yang menjadi perhatian adalah penggalangan dana bagi anggota yang mengalami kedukaan. Pada 5 Februari 2025, anggota dari Sektor Kav Baru menggalang dana sebesar Rp470.000 yang langsung disalurkan kepada keluarga yang berduka melalui bendahara wilayah Sei Beduk. Keputusan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam komunitas.
Selain kegiatan sosial, komunitas ini juga turut membahas persiapan pesta Bona Taon. Lukman Nadeak Parna, salah satu tokoh dalam komunitas, mengingatkan agar dalam acara pesta Bona Taon tidak dilakukan lelang kepada tamu undangan dari BPH Kota Batam. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan tamu serta menjaga adat istiadat yang sudah menjadi kesepakatan internal komunitas.
Tidak hanya itu, diskusi mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) juga menjadi salah satu fokus utama dalam komunikasi grup. Beberapa anggota menyoroti pentingnya kesepakatan mengenai "Ilu Manetek" yang dianggap perlu disepakati bersama sebelum dimasukkan ke dalam AD/ART. Ketua komunitas menegaskan bahwa anggota yang tidak hadir dalam rapat dapat menghubungi Sekretaris Jenderal untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Pada tanggal 7 Februari 2025, sebuah film pendek berdurasi dua menit yang mengangkat isu sosial tentang empati dan etika dalam kehidupan sehari-hari menjadi perbincangan hangat di grup. Film ini mendapatkan apresiasi dari anggota karena pesan moralnya yang mendalam mengenai pentingnya kepedulian terhadap sesama.
Di sisi lain, peringatan mengenai maraknya modus penipuan terkait penarikan sertifikat tanah oleh oknum yang mengaku pegawai BPN juga menjadi perhatian. Dalam pesan yang disampaikan oleh salah satu anggota, masyarakat diingatkan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penarikan sertifikat fisik yang telah dimiliki oleh warga. Oleh karena itu, anggota komunitas dihimbau untuk lebih berhati-hati terhadap potensi penipuan tersebut.
Kabar baik juga datang dari salah satu anggota komunitas, Dr. Lagat Parroha Patar Siadari, S.E., M.H., yang berperan aktif dalam membantu warga Sei Nayon, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong. Keberhasilannya dalam mengadvokasi masyarakat mendapat apresiasi dari rekan-rekan di grup, yang merasa bangga atas kiprah positifnya di tengah masyarakat.
Pada 8 Februari 2025, komunitas PARNA juga turut serta dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pertemuan di gereja GKPS, di mana para anggota komunitas berbagi momen kebersamaan dalam ibadah dan kegiatan sosial lainnya.
Puncak kegiatan terjadi pada tanggal 9 Februari 2025 dengan berlangsungnya pesta Bona Taon di berbagai sektor, seperti Bengkong Sektor 3 dan Tiban Lama. Para anggota berbondong-bondong menghadiri acara ini, menunjukkan antusiasme mereka dalam merayakan kebersamaan serta mempererat tali persaudaraan.
Dari rangkaian kegiatan ini, terlihat bahwa komunitas PARNA Kota Batam tidak hanya menjaga tradisi dan budaya, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi anggotanya. Kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian menjadi nilai-nilai utama yang terus dijaga oleh komunitas ini demi kesejahteraan bersama.
0 Komentar