Batam, 5 Maret 2025 - Dalam beberapa hari terakhir, pengurus dan anggota Punguan Marga Parna Kota Batam aktif berdiskusi mengenai pengelolaan kontribusi ilu manetek melalui grup WhatsApp. Berbagai permasalahan dan usulan muncul dalam rangka memperbaiki sistem administrasi dan memastikan keterlibatan sektor-sektor dalam penyetoran kontribusi.
Diskusi dimulai dengan pernyataan Landes Sigalingging yang menyoroti kurangnya respons dari BPH Batam terhadap usulan untuk mengakomodir keluhan sektor Piayu terkait kontribusi ilu manetek dari sektor Bengkong Mandiri. Ia menekankan perlunya kejelasan dan sikap proaktif dari BPH dalam menangani permasalahan ini.
Dalam diskusi yang berlangsung, beberapa anggota mengungkapkan pentingnya transparansi dalam menentukan jumlah sektor yang benar-benar berkontribusi. Pra Benget1 Baloi Kolam menyoroti bahwa tanpa kejelasan mengenai jumlah sektor yang aktif dan jumlah anggota yang bertanggung jawab, akan sulit bagi mereka untuk menyampaikan angka kontribusi yang tepat kepada anggota.
Seiring dengan pembahasan yang semakin intens, muncul usulan untuk mengadakan pertemuan langsung atau kopdar guna membahas lebih lanjut permasalahan ini. Namun, jadwal yang diusulkan mengalami beberapa perubahan karena adanya agenda pribadi dari beberapa pengurus. Awalnya direncanakan pada hari Sabtu pukul 15.00 WIB, namun kemudian ditunda karena beberapa pengurus, termasuk Landes Sigalingging, harus menghadiri acara di Tanjung Pinang.
Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, anggota Punguan Marga Parna Kota Batam telah berusaha menjelaskan kepada seluruh anggota tentang mekanisme ilu manetek. Pada sebuah ibadah perdana dan acara Tahun Baru, pengurus sektor Baloi Kolam 2 menyampaikan bahwa total terdapat 58 sektor dengan sekitar 2.000 anggota yang terdata. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota mengenai jumlah kontribusi yang seharusnya terkumpul.
Sejumlah anggota menekankan perlunya kejelasan mengenai jumlah sektor dan jumlah kepala keluarga agar perhitungan kontribusi dapat lebih transparan dan adil. Dalam perhitungannya, dengan asumsi kontribusi Rp5.000 per anggota, seharusnya terkumpul dana yang signifikan untuk mendukung kegiatan punguan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa dana yang terkumpul sering kali tidak sesuai dengan perkiraan.
Menanggapi permasalahan ini, Landes Sigalingging mengajak sektor-sektor lainnya di wilayah Batam Kota untuk memberikan masukan agar bisa dirangkum dan dilaporkan kepada ketua umum. Hal ini bertujuan untuk menemukan solusi terbaik dalam sistem administrasi ilu manetek dan memastikan setiap sektor menjalankan kewajibannya dengan baik.
Selain itu, himbauan resmi dari Ketua Umum Parna Kota Batam, Lukman Nadeak, juga disampaikan kepada seluruh sektor. Dalam himbauannya, beliau menekankan pentingnya menghargai kehadiran undangan dalam acara-acara Punguan Marga dengan memberikan jambar yang wajar. Selain itu, terkait sumbangan atau lelang, kontribusi diharapkan tetap bersifat sukarela mengingat belum adanya anggaran tetap untuk mendukung kegiatan Punguan BPH Parna Batam.
Diskusi ini juga mendorong para pengurus untuk lebih aktif dalam mengkoordinasikan sektor yang belum menyetorkan kontribusi ilu manetek. Dengan demikian, proses administrasi ke depan dapat lebih baik dan tidak ada lagi anggota yang belum terdaftar di BPH Kota Batam.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, direncanakan akan diadakan pertemuan resmi dengan mempertimbangkan hari terbaik bagi semua pengurus untuk hadir. Beberapa usulan menyebutkan bahwa Sabtu sore adalah waktu yang paling memungkinkan untuk mengadakan rapat koordinasi.
Seiring dengan upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi administrasi, pengurus Punguan Marga Parna Kota Batam terus berupaya mencari solusi terbaik dalam pengelolaan kontribusi ilu manetek. Harapannya, sistem yang lebih baik dapat diterapkan agar Punguan Marga Parna tetap bersatu, kuat, dan berdampak positif bagi seluruh anggotanya.
Horas!
0 Komentar