Batam, 11 Februari 2024 – Komunitas Pomparan Raja Parna Dohot Boruna Batam Centre III terus menunjukkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan yang mereka selenggarakan. Dalam upaya mempererat tali persaudaraan, mereka mengadakan berbagai pertemuan dan acara kebaktian yang melibatkan seluruh anggotanya.
Pada awal tahun ini, mereka menggelar Partangiangan Awal Tahun yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Februari 2024, di Sopo Dolok, Simpang Dotamana keluarga Munte. Acara tersebut mencakup kebaktian ucapan syukur dan ramah tamah yang dihadiri oleh banyak anggota komunitas. Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat rasa kekeluargaan di antara sesama anggota.
Sebelumnya, diskusi panjang telah dilakukan melalui grup WhatsApp untuk menentukan tempat dan waktu pertemuan. Salah satu usulan yang mencuat adalah mengadakan pertemuan di Gereja GKPS Nongsa, karena tempatnya yang luas dan memiliki fasilitas yang memadai. Selain itu, para anggota juga sepakat untuk mengadakan perjamuan kasih dengan konsep gotong royong, di mana setiap anggota dapat menyumbangkan makanan atau minuman untuk kebersamaan.
Diskusi mengenai tanggal pelaksanaan sempat mengalami beberapa perubahan karena adanya berbagai kegiatan lain, seperti pesta bona taon dan acara martupol. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, akhirnya diputuskan bahwa acara dilaksanakan pada 11 Februari 2024, setelah kebaktian gereja.
Keaktifan para pengurus sangat terlihat dalam setiap perencanaan acara. Salah satu pengurus, Parna Ny. St. P. Sinaga Br. Munte, secara aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Ketua, Wakil, dan Sekretaris Punguan, untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar.
Selain pertemuan awal tahun, komunitas ini juga berupaya mengatur jadwal kebaktian dan pertemuan untuk sepanjang tahun 2024. Beberapa keluarga telah menawarkan rumah mereka sebagai tempat pertemuan. Pada bulan Mei, acara akan diadakan di rumah keluarga H. Tumanggor/Br. Juntak di Bukit Raya, sementara pada bulan September, acara akan berlangsung di rumah keluarga Tumanggor/Br. Marbun.
Dalam grup WhatsApp, anggota juga membahas berbagai hal lain terkait keuangan dan sumbangan untuk komunitas. Salah satu diskusi menarik adalah mengenai iuran tahunan yang perlu dilunasi oleh setiap anggota. Pengurus memastikan bahwa dana yang terkumpul digunakan secara transparan untuk kepentingan bersama.
Di luar pertemuan rutin, komunitas ini juga menunjukkan solidaritasnya dengan membantu anggota yang sedang menghadapi kesulitan. Salah satu contohnya adalah ketika seorang anak dari keluarga Nainggolan/Br. Sinaga akan menjalani acara baptisan. Para anggota segera merespons dengan memasukkannya dalam daftar anggaran komunitas, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap sesama.
Namun, dalam beberapa kasus, ada perbedaan pendapat terkait dengan bantuan yang diberikan. Beberapa anggota menyampaikan kekhawatiran mengenai kontribusi anggota yang kurang aktif dalam komunitas. Hal ini menjadi bahan diskusi lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik agar kebersamaan tetap terjaga tanpa mengabaikan keadilan bagi seluruh anggota.
Keberadaan komunitas Pomparan Raja Parna di Batam menjadi contoh nyata bagaimana sebuah kelompok dapat membangun kebersamaan yang erat. Melalui komunikasi yang intens dan semangat gotong royong, mereka berhasil menjaga hubungan yang harmonis serta terus berupaya mengembangkan komunitas agar tetap aktif dan solid.
Dengan berbagai agenda yang telah direncanakan sepanjang tahun 2024, komunitas ini diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi para anggotanya untuk bersilaturahmi, berbagi kebahagiaan, serta saling mendukung dalam suka dan duka. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.
0 Komentar