Batam, 27 Februari 2025 - Pada hari pertama bertugas, Wakil Gubernur Kepulauan Riau menerima kunjungan dari komunitas Bangso Batak Marsada. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Batak yang berdomisili di wilayah Kepri.
Pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan diskusi terkait peran serta masyarakat Batak dalam mendukung pembangunan di Kepulauan Riau. Para perwakilan komunitas menyampaikan aspirasi mereka mengenai berbagai isu sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh warga Batak di daerah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, turut menjadi perbincangan di antara anggota komunitas. Beberapa pihak mendiskusikan kemungkinan adanya hubungan kekerabatan antara marga Sekedang dengan marga-marga Batak lainnya.
Sementara itu, komunitas Parna Batam juga aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi bagi anggotanya. Salah satu program yang sedang dijalankan adalah pendaftaran anggota untuk BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang terjangkau. Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi pekerja Batak di Batam dan sekitarnya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri juga mengadakan pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membahas berbagai isu terkait media dan peran pers dalam pembangunan daerah. Diskusi ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan insan pers.
Pada awal Maret, komunitas Parna Batam juga turut menghadiri perayaan ulang tahun ke-23 Punguan Pomparan Raja Si Opat Ama & Boru-Bere-Ibebere di Sektor Sei Beduk. Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi anggota komunitas serta mempererat solidaritas di antara mereka.
Selain itu, komunitas Parna Batam juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dalam sebuah himbauan yang disampaikan oleh pengurus, anggota komunitas diingatkan untuk tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan menghormati para tamu dalam setiap perayaan yang mereka adakan.
Kegiatan lain yang menjadi perhatian adalah upaya peningkatan keterampilan bagi pemuda Parna. Sebuah program pelatihan teknik pengelasan dan menjahit dibuka bagi mereka yang ingin mengembangkan keahlian di bidang tersebut. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing anggota komunitas di dunia kerja.
Selain pelatihan, komunitas juga membahas wacana penggalangan dana untuk mendukung berbagai kegiatan sosial. Kontribusi anggota diharapkan dapat memperkuat posisi komunitas dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, maupun budaya.
Dalam bidang ekonomi, komunitas Parna juga mendukung pengembangan usaha mikro dan menengah. Beberapa anggota aktif mempromosikan produk khas Batak, seperti kain ulos dan batik bermotif gorga, yang mulai dipasarkan melalui platform daring.
Tak hanya di bidang ekonomi dan sosial, komunitas Parna Batam juga menunjukkan solidaritasnya dalam berbagai kegiatan keagamaan. Anggota komunitas diundang untuk menghadiri ibadah bersama pada awal Maret, sebagai bentuk kebersamaan dan perwujudan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Seiring dengan semakin eratnya hubungan antaranggota, komunitas terus berkembang dengan bertambahnya anggota baru. Sejumlah individu baru bergabung melalui undangan komunitas, memperkuat jejaring sosial dan memperluas lingkup kegiatan yang dapat dilakukan bersama.
Hingga awal Maret, komunitas terus menunjukkan semangat kebersamaan melalui berbagai inisiatif dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan sinergi yang baik antara komunitas dan pemerintah daerah, diharapkan kontribusi masyarakat Batak di Kepulauan Riau semakin nyata dalam berbagai bidang.
Ke depan, komunitas Parna Batam berkomitmen untuk terus memperkuat persatuan dan memberikan dampak positif bagi anggotanya serta masyarakat luas di Kepulauan Riau. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
0 Komentar